Headlines News :

Sapa Redaksi untuk Edisi 2




Salam sejahtera bagi pembaca majalah Gema Kreasi Indonesia.

Suatu kebanggaan bagi Koperasi Usaha Mandiri Samanhudi dapat  menerbitkan kembali majalah bisnis ini. Terbitan perdana majalah ini ternyata mendapat sambutan luarbiasa dari pembaca. Kami sudah menyebarkan majalah ini di jemaat-jemaat GKI yang berada di wilayah Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan Batam. Kami berharap dengan adanya majalah ini dapat mulai terbentuk jejaring di kalangan pelaku usaha dalam lingkungan GKI. Dengan demikian pada saatnya diharapkan Anggota Jemaat GKI  dapat turut serta mengembangkan perekonomian di Indonesia.

Pada edisi ini, kami mengangkat tentang bisnis keluarga, mengingat pada  umumnya bisnis yang ada di Indonesia masih banyak yang merupakan bisnis keluarga atau perusahaan milik keluarga. Di sini kita dapat melihat bahwa majunya bisnis keluarga akan mengalami kemajuan jika setiap keluarga memahami suatu visi dan bekerja sama bahu membahu untuk mengembangkan usaha yang telah dibangun oleh anggota keluarga pendahulunya, sehingga bisnis ini menjadi "Bisnis keluarga yang diberkati."

Kami juga mengabarkan tentang aktivitas KUMAS. Sebagai Koperasi, kami berusaha memperluas pelayanannya bagi anggota hingga kepada masyarakat pada umumnya. Dengan bermacam produktivitas yang telah dilakukan, diharapkan semakin banyak anggota yang mendapatkan pelayanan dan kenyamanan dari koperasi.  Kami berharap koperasi terus tumbuh menjadi sebuah koperasi yang tangguh dan berkelanjutan. Diharapkan,  seiring dengan berjalannya waktu koperasi ini mampu untuk terus melayani berbagai kebutuhan anggotanya, sehingga anggota mampu mengembangkan ekonomi kreatif untuk menjadikannya seseorang yang mandiri.
Akhir kata, kami segenap pendiri, pengurus dan anggota koperasi KUMAS mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penerbitan edisi  kedua ini. Secara khusus kami ingin berterimakasih kepada Jemaat GKI Taman Cibunut yang telah memberikan dukungan penuh. Kami percaya dukungan saudara sekalian adalah dukungan bagi kemajuan dan perkembangan dunia usaha Jemaat GKI di seluruh Indonesia. Kiranya Tuhan memberkati pelayanan kita semua!

Jakarta, Maret 2013
Salam,
Koperasi Usaha Mandiri Samanhudi
















Seminar Bisnis di Bandung

Majalah Gema Kreasi Indonesia bekerja sama dengan Komisi Dewasa GKI Taman Cibunut mengadakan Seminar Bisnis dengan tema "Membangun Bisnis Keluarga yang Diberkati."  Acara yang diselenggarakan pada Jumat 12 April ini akan menampilkan Jahja B. Sunarja (Chief Consulting Offifer DIREXION) dan Toni Silitonga (Board of Trustee INDONESIA INSTITUTE dan Chairman of the Board of Management di  FORESPECT). Bertindak sebagai moderator adalah pdt. Samuel Adi Perdana (Sekum BPSW GKI Jateng).
Bisnis Keluarga sengaja diambil sebagai tema Seminar mengingat sebagian besar usaha yang dimiliki oleh jemaat GKI merupakan usaha keluarga. Seminar ini akan membedah kekuatan dan kelemahan keluarga serta langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk melestarikan dan memajukan bisnis yang dikelola oleh keluarga. Selain itu seminar ini juga diharapkan menjadi ajang pertemuan para pelaku usaha di wilayah Bandung dan sekitarnya sehingga dapat menjadi awal dari pembentukan jejaring bisnis.
Pada Seminar ini juga akan diluncurkan majalah Gema Kreasi Indonesia edisi kedua, yang akan dibagikan secara gratis kepada semua peserta seminar.
Untuk informasi lebih lengkap dan pendaftaran silakan menghubungi Ibu Veronica (022 420 5541) atau  ibu Inge Sentana (022 70 78 78 75). Pendaftaran sampai dengan 10 April 2013



Sambutan BPMSW GKI Sinwil Jabar




Kalau ada Jemaat yang menerbitkan sebuah majalah gerejawi yang isinya -terutama- bermuatan bina iman, itu sudah biasa.  Hal tersebut dengan mudah bisa kita temukan baik di kalangan GKI maupun di kalangan gereja-gereja pada umumnya. Namun kalau ada Jemaat yang menerbitkan sebuah majalah gerejawi yang isinya -terutama- bermuatan hal-hal yang berkaitan bisnis, sepanjang sepengetahuan kami belum ada, karena itu tidak biasa.

Sejauh informasi yang disampaikan kepada kami oleh Tim Redaksi, majalah ini  - terutamanya - bertujuan : 1. memberikan informasi insprirasi, motivasi & kiat-kiat berbisnis, melalui penulisan-penulisan pengalaman juang orang-orang kristen (maupun non-kristen) yang sukses dalam berbisnis. 2. Memfasilitasi pembentukan jejaring bisnis dengan penulisan-penulisan yang informatif dan promotif, baik tentang kegiatan bisnis yang sudah mapan maupun tentang kegiatan bisnis yang baru dimulai di kalangan kristen (maupun non-kristen) dengan peluang untuk melakukan kerjasama. 
Dengan demikian, kalau benar tujuannya seperti itu, apakah majalah ini masih dapat disebut sebagai majalah gerejawi? Atau, apakah Jemaat boleh menerbitkan majalah dengan tujuan seperti itu?
Tidak tertutup kemungkinan pertanyaan-pertanyaan itu muncul di benak sebagian warga jemaat. Pertanyaan-pertanyaan  seperti itu dilatar belakangi oleh sebuah pemahaman dan penghayatan bahwa gereja -mestinya- hanya berurusan dengan hal-hal rohani-sorgawi saja, jangan berurusan dengan bisnis, karena bisnis adalah urusan jasmani-duniawi semata. Bahkan lebih tajam lagi, gereja itu suci-kudus, sedangkan bisnis itu kotor. Karena itu jangankan untuk berkiprah dalam dunia bisnis, untuk terlibat sedikit saja pun tidak boleh!

Benarkah demikian? Kalaupun pemahaman dan penghayatan itu benar, justru kebalikannya, gereja mestinya tidak boleh menjauhi dan menafikan urusan bisnis, malah harus peduli, bahkan memasuki dan menggelutinya. Karena bukankah gereja dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia, termasuk menerangi dan menggarami dunia bisnis!

Pemandangan Umum PMSW ke-68 tahun 2010, BPMSW  memaparkan bagaimana lembaga-lembaga bisnis, yakni perusahaan (company) dan korporasi (corporation), sesungguhnya membawa dalam dirinya dua makna sentral teologi gereja. Makna dari company adalah “berbagi roti” (cum = bersama dan panis = roti) dan makna corporation (corporare) adalah “menjadi satu tubuh” (lebih jauh lihat Selusur Spiritual III, “Michaelangelo Membebas-kan Allah” pasal 5,  BPMSW GKI Sinwil Jabar, 2012).

Jadi terlibat, bahkan berkiprah dalam dunia bisnis juga merupakan panggilan bagi Gereja yang tidak bisa diabaikan. Memang tidak bisa dipungkiri ada banyak hal-hal negatif, bahkan dampak buruk dari praktik-praktik kegiatan bisnis yang terjadi selama ini. Tapi itu bukan karena bisnis yang pada dirinya dapat menyebabkan terjadinya hal-hal seperti itu. Itu disebabkan faktor lain, yaitu KESERAKAHAN dan KERAKUSAN (yang bersumber pada EGOISME dan KEPICIKAN). Bisnis pada dirinya sendiri, sebagaimana disampaikan sebelumnya, melalui lembaga-lembaganya mengemban misi yang sangat luhur, yaitu berbagi 'roti': hasil, berkat/rezeki, kehidupan (perusahaan) dan menjadi 'satu tubuh': saling-bergantung, saling membutuhkan, saling menghidupkan (korporasi).

Dengan demikian, malah gereja 'wajib' mengawal misi luhur dari bisnis tersebut. Dalam hal ini, GKI Samanhudi, melalui Koperasi Usaha Mandiri Samanhudi, yang menerbitkan majalah GEMA KREASI INDONESIA, dengan misi sebagaimana sudah disampaikan sebelumnya, dapat dikatakan sebagai pelopor -paling tidak di GKI-  yang sudah memulai untuk turut mengawal misi luhur dari bisnis tersebut. Oleh karena itu kami menyambut penerbitan majalah GEMA KREASI INDONESIA, majalah gerejawi ini, dengan penuh kebanggaan, juga dengan penuh harapan dan doa, agar majalah ini diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Semoga!


Jakarta, 20 Nopember 2012,
BPMSW GKI Sinwil Jabar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Majalah Gema Kreasi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger