Headlines News :

Pompa Multi Katup Tanpa Tenaga Listrik








Lazimnya, pompa air menggunakan listrik, bahan bakar minyak atau tenaga manusia. Namun pompa ini tidak menggunakan ketiganya. Pompa ini menggunakan tenaga gravitasi bumi yang didapatkan secara gratis. Dengan demikian, pompa ini bisa menghemat biaya operasional.
Inovasi ini berupa suatu alat pemindah cairan, khususnya berupa pompa, yang memanfaatkan gerakan aliran air tanpa tenaga tambahan untuk memindahkan air dari tempat penampungan ke tempat lain yang bahkan posisinya lebih tinggi. Temuan ini dilengkapi dengan suatu katup untuk memberikan daya dorong tambahan sehingga aliran menjadi kuat.
Pompa ini diciptakan oleh Daniel Santoso, MBA dan telah mendapatkan sertifikat Paten dari Direktorat Paten, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Meski sudah dipatenkan, namun Daniel ingin membagikan temuannya ini sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas. Tujuannya mematenkan inovasi ini adalah untuk mencegah orang lain mematenkannya dan menguasai secara ekslusif, untuk kepentingan dirinya sendiri.



Daniel menamai temuannya ini sebagai pompa multi katup. Pompa ini terdiri dari saluran masuk (lihat angka 1) dengan bentuk pipa miring pada bagian ujungnya. Selanjutnya terdapat katup buang (lihat angka 2) pada saluran masuk. Katup searah (lihat angka 3) diletakkan di bawah tangki tekan (lihat angka 4) di antara saluran cabang T menuju saluran keluar (lihat angka 5), yang dicirikan oleh katup buang pada saluran masuk sekurang-kurangnya dua buah katup buang yang ditempatkan berdampingan satu sama lain.



Cara Kerja

Gambar I memperlihatkan skema pompa multi katup yang terdiri atas saluran masuk yang memiliki pipa miring pada bagian ujungnya, katup buang, katup searah, tangki tekan dengan maksimum 1,5 barometer dan saluran keluar. 


Katub buang yang digunakan sesuai dengan invensi ini berjumlah dua buah yang ditempatan secara berdampingan satu sama lain, yang berguna untuk mempercepat peningkatan tekanan dalam saluran pompa dan memberikan daya dorong tambahan untuk aliran air. Dengan demikian, saat air masuk melalui saluran masuk, maka air akan meluap melalui katup buang sampai tekanan pada cakram dalam katup tersebut menyebabkannya menutup. Hal ini akan menyebabkan tekanan dalam saluran pompa meningkat dan air akan mengalir dari saluran pompa melalui katup searah menuju tangki tekan. Selanjutnya tangki tekan akan menyerap momentum dari air sampai seimbang pada saat katup searah menutup dan katup terbuka. Air yang berada di dalam tangki tekan akan mendesak keluar melalui saluran keluar menuju menara air (D).



Pemasangan

Gambar II menunjukkan peta umum posisi penempatan pompa multi katup, di mana terdapat bendungan (A), bak penampungan (B), pompa multi katup (C), dan tempat tujuan air, misalnya bak distribusi air.menara air (D). Bendungan dengan elevasi h1 dihubungkan dengan pipa masuk (p1) menuju pompa dan pipa keluar (p2) menuju menara air dengan elevasi h2. Perbandingan kedua elevasi (h2/h1) dapat mencapai 500%.

Pada contoh penerapannya, dipasang pipa dengan perbandingan panjang dan diameternya antara 100 sampai dengan 700 kali. Pompa harus dipasang rata yang ditunjukkan dengan waterpass. Penggunaan seal-seal karet juga dianjurkan untuk mengurangi kebocoran serta saringan air pada saluran masuk guna menghindari aliran oleh kotoran atau endapan air. 


Pipa-pipa yang digunakan berbahan PVC, dengan pertimbangan sifatnya yang ringan, kuat, dan relatif murah. Katup-katupnya terbuat dari perunggu dan besi tuang dengan diameter 2" dan 4". Untuk rasio ketinggian air masuk dan air keluar adalah 1:5. Perbedaan elevasi yang dilayani oleh pompa maksimal mencapai hingga 500% (h2/h1). Hal ini dapat dicapai antara lain dengan mengatur diameter pipa saluran keluar maksimum 50% dari pipa saluran masuk. Semakin kecil akan semakin baik. Namun perlu diperhatikan pula kemungkinan instalasinya. Besar beban (yang berupa besi bulat berlubang pada katup buang diatur (dapat ditambah atau dikurangi) supaya seimbang dan katup buang dapat bergerak naik-turun.

Bioetanol dari Limbah Tebu




Cepat atau lambat sumber energi yang berasal dari minyak bumi akan habis. Pemerintah menyatakan cadangan minyak Indonesia saat ini cuma bertahan untuk 10 tahun lagi. Saatnya masyarakat berhemat dan beralih menggunakan energi alternatif.

Bioetanol dapat menjadi sumber energi alternatif. Cara pembuatannya cukup mudah. Tidak membutuhkan peralatan yang mahal. Adalah  Soelaiman Budi Sunarto yang berhasil menyulap limbah pabrik gula menjadi bahan bakar bioetanol.
Bahan-bahan yang diperlukan adalah tetes tebu(limbah pabrik gula dengan kadar gula 50 persen), urea, NPK, Fermipan (ragi roti) dan air. Proses pengolahan diawali dengan mencampur tetes tebu dengan ragi, urea, NPK dan air. Campuran ini diendapkan lebih dulu selama sepekan agar mengalami fermentasi. Cairan ini akan berbau harum seperti tape. Hasil fermentasi ini kemudian disuling hingga menghasilkan tetesan cairan yang mengandung gas. Hasil penyulingan ini disuling sekali lagi.  Dan pada distilasi terakhir ditambahkan kapur tohor (kapur bangunan) secukupnya. Tujuannya untuk mengurangi kadar air yang masih tersisa. Hasilnya adalah larutan bioetanol dengan kadar alkohol 80 persen. Cairan ini dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti bensin,
"Dibandingkan dengan bensiun premium, bahan bakar etanol ini lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan karbondioksida," kata Budi.
Pimpinan lembaga  “Agro Makmur” ini telah menguji coba penemuannya pada sepeda motor 2 tak dengan beban 2 orang yang berboncengan. Hasilnya, satu liter bioetanol dengan kadar alkohol 80-85 persen mampu menempuk jarak 35 km. Sedangkan pada sepeda motor  4 tak, dengan beban yang sama, jarak yang ditempuh lebih jauh lagi, yaitu 40 km.
Warga Karanganyar, Solo, ini juga mengujicoba pada mesin genset 1000 watt, ternyata satu liter bioetanol dapat menyalakan lampu dengan daya 500 watt selama 50 menit . Sedangkan pada genset 2500 watt mampu menyala dalam waktu 30 menit dengan beban yang sama.

Selain untuk bahan bakar kendaraan, bioetanol cair juga dapat digunakan sebagai pengganti minyak tanah. Untuk kebutuhan ini, penyulingan cukup dilakukan sekali. Cara pemakaiannya dapat menggunakan kompor minyak biasa yang telah dicabuti sumbunya. Cairan bioetanol dituangkan pada bagian atas kompor. Tidak perlu banyak-banyak. Setelah itu dinyalakan menggunakan korek api. Kompor siap digunakan untuk memasak. Kekurangan kompor model ini adalah, tingkat panas api yang tidak dapat diatur. Karena itu, Budi menciptakan kompor berbahan bakar bioetanol yang memiliki tombol pengatur panas. Dia menamai ciptaannya itu kompor bahenol.
Selain tetes tebu, bioetanol juga dapat menggunakan bahan baku lain, sesuai dengan potensi lokal. “Yang penting kandungan gulanya tinggi,” kata Budi. Berikut ini bahan baku yang dapat dipakai dan jumlah etanol yang dihasilkan untuk setiap 1 ton bahan baku: Ubi kayu (166,6 liter), ubi jalar (125 liter), jagung (400 liter),dan sagu (90 liter).
Budi melakukan inovasi itu dilandasi semangat untuk menaikkan martabat bangsa. Dia prihatin melihat harga minyak bumi yang terus meroket. “Bayangkan, harga minyak dunia itu kan sama. Penduduk yang ada di pelosok desa harus membeli minyak dengan harga yang hampir sama dengan minyak harus dibeli oleh orang di New York. Apakah itu adil?” gugat Budi. Itu sebabnya, dia tergugah untuk mencari sumber energi alternatif. “Jika bangsa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energi secara mandiri maka martabat bangsa juga akan terangkat,” pungkas Budi mengakhiri bincang-bincang dengan Purnawan dari majalah Gema Kreasi Indonesia.

  
Ongkos produksi bioetanol dengan kapasitas produksi 400 liter
Tetes  1200 kg = Rp.  1.200.000,-
Ragi 1 kg = Rp. 66.000,-
Urea 400gr =  Rp. 800,-
NPK 200 gr = Rp. 700,-
Listrik & Air = Rp. 10.000,-
Tenaga Kerja 3 HOK= Rp. 75.000,-
Serbuk gergaji 12sak = Rp. 48.000,-
Penyusutan alat/hari = Rp. 21.906,-
Total = Rp. 1.422.406,-
Harga Pokok Produksi = Rp. 1.422.406,-/400 liter = Rp 3.555,-/liter
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Majalah Gema Kreasi Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger